Tentang CRU

Frequently Asked Questions

  • Apa itu Conflict Resolution Unit?

    CRU adalah jasa layanan yang memberikan dukungan bagi upaya mediasi konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam.

  • Kenapa KADIN?

    Dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (KADIN), dijelaskan bahwa peran utama KADIN adalah membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan daya saing. 

    • KADIN berkomitmen untuk membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha Indonesia di bidang usaha negara, koperasi, dan swasta dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945;
    • KADIN menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang memungkinkan pengusaha Indonesia untuk ikut berperan serta secara efektif dalam Pembangunan Nasional.

     

  • Siapakah CRU?

    CRU terdiri dari tim berdedikasi tinggi dalam memberikan bantuan bagi upaya resolusi konflik di Indonesia, yang menerima arahan dari Steering Committee dan Technical Advisory Committee, yang terdiri dari perwakilan dari pemerintah, pengusaha, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi.

  • Bagaimana CRU memberi nilai lebih dalam usaha menyelesaikan konflik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam?

    Jumlah konflik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia cukup banyak, tetapi sangat sedikit pemahaman dan penerapan mediasi yang efektif. 

    CRU diinisiasi oleh KADIN sebagai bentuk realisasi komitmen para anggotanya terhadap praktik usaha yang berkesinambungan. 

    CRU diposisikan sebagai organisasi katalis yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman akan mediasi, membangun kapasitas, dan menjadi wadah mediator profesional. CRU juga mengawasi dan mengevaluasi proses mediasi, untuk meningkatkan kualitas, dan menjaga serta memastikan standar proses mediasi. Sehingga pihak-pihak yang terlibat konflik memiliki kapasitas, pemahaman, dan sumber daya yang mencukupi untuk memastikan keberhasilan proses mediasi.

     

  • Apakah visi CRU?

    Menjadi jasa layanan mediasi independen terkemuka di Indonesia dalam memberikan dukungan yang efektif untuk penyelesaian konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam.

  • Apa yang CRU lakukan?

    CRU menyediakan berbagai dukungan dalam proses mediasi agar proses berjalan sesuai dengan praktik terbaik. CRU mengembangkan sistem rujukan nasional, termasuk di dalamnya adalah daftar asesor dan mediator yang dapat dirujuk oleh pihak-pihak berkonflik supaya dapat memilih mediator yang netral, berpengalaman dan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.

    CRU bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan proses mediasi yang baik, dan memberikan dukungan, pelatihan, dan pengembangan kemampuan bagi mediator, manajer perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas lokal, instansi pemerintahan, dan masyarakat umum.

    CRU juga melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan konflik penggunaan lahan dan manajemen sumber daya alam guna menyediakan informasi dan wawasan yang diperlukan untuk menemukan penyelesaian terhadap masalah-masalah ini di Indonesia. Contohnya, bersama Daemeter, CRU telah menyelesaikan penelitian tentang biaya kerugian akibat konflik. 

     

  • Apakah fokus CRU dalam tahun pertama beroperasi?

    CRU mulai beroperasi pada awal tahun 2016. Fokus awal CRU adalah mengembangkan sistem, prosedur, dan infrastruktur yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas CRU di masa yang akan datang. 

    CRU mengembangkan dan membuat sebuah sistem rujukan nasional di dalam website yang mudah digunakan sehingga pihak-pihak yang berkonflik dapat menggunakan daftar nasional asesor dan mediator untuk menemukan mediator yang netral dan ahli untuk membantu mereka dalam proses mediasi.

    Di tahun pertama CRU bekerjasama dengan Daemeter menyelesaikan studi awal tentang biaya kerugian akibat konflik.

    CRU juga melakukan identifikasi kasus sengketa yang dapat menjadi proyek percontohan di mana CRU dapat memberikan dukungan secara langsung, dan mengawasi serta mengevaluasi mediasi konflik yang terjadi. CRU akan bekerja sama dengan mediator netral dan berpengalaman yang ditunjuk oleh pihak-pihak yang terlibat dengan konflik tersebut. CRU akan memastikan proses mediasi berlangsung sesuai ketentuan dan praktik terbaik, terlepas dari durasi dan tingkat kesulitan dari mediasi tersebut.

     

  • Konflik lahan apa yang akan ditangani CRU?

    CRU akan melakukan penilaian awal terhadap semua konflik yang dilaporkan kepada kami, dan kemudian menganalisa konflik untuk menentukan apakah sebuah konflik dapat atau layak untuk diselesaikan melalui mediasi. Fokus awal CRU adalah konflik di kawasan hutan dan di sektor industri kelapa sawit.

  • Dimanakah lokasi aktivitas CRU?

    CRU tidak memiliki lokasi khusus untuk aktivitasnya. CRU akan melaksanakan kegiatannya berdasarkan kasus-kasus yang diajukan. 

  • Apakah CRU hanya akan memberikan layanan kepada sektor swasta (Misalnya anggota KADIN)?

    Tidak. CRU adalah sebuah entitas independen yang memberikan jasanya kepada semua pihak yang terlibat konflik. Semua perwakilan pemangku kepentingan dapat mengajukan konflik mereka kepada CRU dan dapat mengakses layanan kami. CRU akan mempertahankan profesionalitas dan netralitas dalam setiap praktiknya.

  • Bagaimana kerjasama CRU dan pemangku kepentingan lain yang juga terlibat dalam upaya mediasi dan penyelesaian konflik?

    CRU akan berkoordinasi secara aktif dengan instansi pemerintah, LSM, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan integrasi dan dukungan menyeluruh terhadap proses mediasi di Indonesia. Contohnya, CRU bekerjasama dengan Direktorat Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, serta LSM nasional dan regional seperti Impartial Mediators Network (Jaringan Mediator Imparsial).

    Perwakilan pemangku kepentingan dari pemerintahan, sektor swasta, LSM, dan institusi pendidikan juga akan dilibatkan dalam Steering Committee dan Technical Advisory Committee CRU, untuk memastikan netralitas CRU, menjaga kualitas layanan, dan penghormatan terhadap keterlibatan seluruh pemangku kepentingan terkait. 

     

  • Saat ini, bagaimana pengaturan institusional CRU?

    KADIN sebagai pencetus, IBCSD (Indonesia Business Council for Sustainable Development) sebagai administrator dan UKCCU (United Kingdom Climate Change Unit) sebagai penyandang dana.

  • Bagaimana struktur pengawasan CRU?

    CRU diawasi dan diarahkan oleh Steering Committee dan Technical Advisory Committee.

  • Kenapa CRU berada di bawah program FLAG (Forestry, Land use, and Governance) UKCCU?

    Walau dicetuskan oleh KADIN, CRU adalah entitas independen yang telah mendapatkan pendanaan dari UKCCU. Pendanaan CRU diurus oleh IBCSD, yang merupakan hasil usaha kerjasama antara KADIN dan WBCSD (World Business Council for Sustainable Development). CRU percaya bahwa pengelolaan konflik perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

  • Bagaimana CRU berkontribusi mengurangi deforestasi dan efek rumah kaca global?

    Pengelolaan konflik adalah bagian integral dari manajemen lahan dan sumber daya berkelanjutan. Konflik-konflik ini menghalangi pembangunan berkelanjutan dan dapat mengakibatkan deforestasi dan degradasi sumber daya, karena:

    • Dalam konflik baik perusahaan maupun masyarakat dilaporkan telah menggunakan pembakaran hutan sebagai strategi. Juga dilaporkan bahwa komunitas kurang memiliki insentif untuk membantu mengatasi kebakaran di dalam atau di dekat area konsesi saat mereka memiliki konflik dengan perusahaan.
    • Konflik mengurangi insentif masyarakat dan perusahaan untuk mengelola lahan dan sumber daya mereka secara berkelanjutan, karena konflik menciptakan rasa saling tidak percaya di dalam dan di antara para pemangku kepentingan yang terlibat. Contohnya, insentif masyarakat untuk menjaga hutan mereka berkurang karena ada rasa takut pihak lain akan menebang hutan mereka. Perusahaan juga dapat merasa tidak perlu menjaga wilayah konsesi mereka karena takut pihak lain tidak menghargai batasan-batasan wilayah dan mencuri atau merusak sumber daya yang mereka miliki.
    • Konflik berdampak negatif bagi kehidupan komunitas. Dalam beberapa kasus, perkebunan atau hutan masyarakat dirusak saat terjadinya konflik, membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membuka hutan primer atau sekunder.
    • Konflik lahan juga dapat menghalangi proyek-proyek yang mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan, karena konflik lahan dapat berujung pada kekerasan, membuat akses ke wilayah tersebut berbahaya. Dalam hal ini, akan menyulitkan juga untuk mendapatkan dukungan dan komitmen dari semua pemangku kepentingan. Misalnya dalam kasus proyek-proyek penghijauan hutan atau pengurangan pembalakan hutan, konflik lahan di wilayah proyek mengurangi kemungkinan suksesnya implementasi proyek, karena sulit bagi semua pengguna lahan (dan pihak-pihak yang terlibat konflik) untuk berkomitmen melindungi hutan.

     

  • Apa manfaat keberadaan CRU bagi masyarakat?

    Dengan banyaknya kasus konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, diperlukan sebuah mekanisme penyelesaian konflik yang efektif bagi kesejahteraan masyarakat, kepastian usaha, dan perlindungan lingkungan di Indonesia. Keberadaan CRU yang bertujuan untuk memberikan bantuan dan layanan bagi mediasi, akan mendukung upaya penyelesaian konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, sehingga pada akhirnya akan dapat menjamin akses masyarakat ke sumber daya alam dan mengurangi potensi konflik sosial di Indonesia.

  • Seberapa penting CRU untuk Indonesia?

    Keberadaan CRU sebagai unit independen yang mempromosikan mediasi sebagai mekanisme efektif dalam penyelesaian konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam, menyediakan platform strategis bagi peningkatan upaya dan kapasitas dalam penyelesaian konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. 

    CRU diharapkan dapat menjadi center of excellence bagi proses mediasi yang baik dan benar dalam penanganan dan penyelesaian konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

     

  • Bagaimana proses mediasi yang dilakukan oleh CRU?

    CRU tidak melakukan mediasi secara langsung, namun memberikan akses ke mediator berpengalaman yang dapat dipilih dan disetujui oleh seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk melakukan mediasi. 

    CRU terlibat dalam bentuk pendampingan kepada para pihak dan mediator yang membutuhkan informasi, jasa, atau sumber daya lainnya dalam proses mediasi. CRU juga akan melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan mediasi untuk memastikan bahwa proses dilakukan berdasarkan praktik terbaik.

     

  • Apa saja contoh konflik lahan di Indonesia yang telah ditangani oleh CRU?

    Untuk saat ini CRU sedang dalam proses identifikasi dan pemilihan kasus untuk proyek percontohan mediasi yang akan dilaksanakan di tahun 2017.

  • Apakah komunitas bisa turut ikut berkontribusi dalam proses mediasi?

    CRU akan memastikan keterlibatan seluruh pihak, termasuk komunitas, dalam proses mediasi yang mendapatkan dukungan dan pendampingan dari CRU. 

    Komunitas juga dapat ikut serta dalam loka karya dan pelatihan tentang mediasi dan resolusi konflik yang akan diselenggarakan oleh CRU. 

     

Share This

  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit