Tentang CRU

Technical Advisory Committee

Technical Advisory Committee (TAC) adalah dewan penasehat CRU yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan terkait dengan proses mediasi konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. TAC akan memberikan masukan dan pertimbangan bagi program kerja CRU guna memastikan prioritas dan pelaksanaan kegiatan CRU sesuai dengan tujuan umum CRU serta menjunjung prinsip-prinsip dasar CRU.

Agung Wiyono

Agung Wiyono adalah Kepala Divisi Sosial dan Keamanan Sinar Mas Forestry. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Global Team Leader, TFT’s Social and Community Team di The Forest Trust (TFT). Beliau merupakan salah satu pendiri dari Centre of Social Excellence (CSE), yang merupakan inisiatif dari TFT untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas pemangku kepentingan terkait pengelolaan sumber daya alam. Beliau memiliki pengalaman di bidang resolusi konflik, hubungan dengan komunitas dan kolaborasi manajemen hutan.

Kehadiran Agung Wiyono sebagai perwakilan dari sektor privat akan memastikan diperhatikannya pandangan para pengusaha dalam proses mediasi konflik. Beliau juga dapat memberikan masukan bagaimana proses mediasi dapat diintegrasikan ke dalam program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sumber : Resume Agung Wiyono

Ahmad Zazali

Ahmad Zazali adalah Direktur Eksekutif Impartial Mediator Network (IMN). Beliau adalah seorang mediator profesional yang sering menangani konflik terkait lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Beliau juga berpengalaman dalam memberikan pelatihan mediasi dan resolusi konflik.

Kehadirannya akan memastikan bahwa CRU memberikan dukungan yang paling efektif dan efisien dalam proses mediasi, sesuai dengan praktik terbaik.

Sumber : http://imenetwork.org/

Ichsan Malik

Ichsan Malik adalah seorang dosen Psikologi Universitas Indonesia dan praktisi terkemuka dalam manajemen, mediasi dan resolusi konflik. Beliau adalah salah satu pendiri Institut Titian Perdamaian, sebuah LSM yang mempromosikan perdamaian di Indonesia.

Dengan pengalamannya di Maluku dan Poso, serta keahlian di bidang resolusi konflik, beliau akan memastikan program kerja dan aktivitas CRU akan memberikan dukungan yang efektif bagi proses mediasi konflik.

Sumber : http://www.samdhana.org/index.php/detail-fellows/15

Kamala Chandrakirana

Kamala Chandrakirana adalah seorang pegiat dalam isu lingkungan, sosial, dan perempuan. Beliau pernah menjadi Sekretaris Jenderal untuk Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 1998 dan Ketua Komnas Perempuan periode 2004 – 2009.

Dengan pengalaman membangun Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, beliau akan memandu CRU untuk menjadi badan independen penyedia layanan terdepan untuk mediasi konflik di Indonesia.

Sumber: http://profil.merdeka.com/indonesia/k/kamala-chandrakirana/

Larry Fisher

Larry Fisher adalah seorang Profesor riset di University of Arizona untuk School of Natural Resources Management and the Environment. Beliau juga terlibat dalam pengembangan U.S. Institute for Environmental Conflict Resolution sebagai Senior Program Manager selama 10 tahun. Beliau memiliki pengalaman penyelesaian konflik di Indonesia selama lebih dari 40 tahun dan fasih berbahasa Indonesia.

Pengalaman beliau dalam resolusi konflik lingkungan hidup sangat berharga bagi CRU dalam memastikan implementasi dari proses mediasi dilakukan berdasarkan praktik terbaik.

Sumber : https://snre.arizona.edu/people/larry-fisher

Nurdiana Darus

Nurdiana Darus saat ini adalah Direktur Asia Tenggara, Rainforest Alliance dan memiliki pengalaman hampir 20 tahun dalam manajemen strategi dan pelaksanaan program. Sebelumnya, beliau adalah Direktur Eksekutif Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) di mana beliau bekerja sama dengan lebih dari 30 mitra, pemerintah dan aktor internasional, dalam melaksanakan komitmen pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan. Di posisi tersebut, beliau juga telah berperan besar dalam membangun kerja sama dengan pekebun kecil, komunitas lokal dan masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Beliau juga memiliki pengalaman di sektor kehutanan, minyak dan gas, pertambangan, otomotif, serta industri perbankan di berbagai negara. Nurdiana akan memastikan kolaborasi dan koordinasi CRU dengan berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penyelesaian konflik sumber daya alam.

Sumber : http://www.rainforest-alliance.org/bios/nurdiana-darus

Petra Meekers

Petra Meekers adalah Direktur Corporate Social Responsibility and Sustainable Development PT Musim Mas. Beliau aktif berkontribusi dalam inisiatif berkelanjutan di sektor pertanian, biofuel, serta berbagai proyek yang berfokus pada perubahan iklim.

Kehadirannya akan memberikan masukan bagaimana proses mediasi dapat terintegrasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sumber: http://www.landscapes.org/glf-2015/speaker/petra-meekers/

Rehngena Purba

Rehngena Purba adalah salah satu pendiri Madyasta Dispute Resolution. Sebelumnya, beliau merupakan Hakim Agung Republik Indonesia periode 2003-2012 dan juga merupakan Guru Besar di Universitas Sumatera Utara (USU). Beliau telah mempublikasikan beberapa makalah terkait konflik di Tanah Karo, Hukum Adat, dan Tanah Ulayat.

Dengan keahliannya dalam hukum adat, ia akan memandu CRU dalam mediasi konflik dengan masyarakat adat.

Sumber: http://profil.merdeka.com/indonesia/r/rehgena-purba/

Rezal Kusumaatmadja

Rezal Kusumaatmadja adalah Chief Operating Officer (COO) dari PT Rimba Makmur Utama. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun terkait pengelolaan sumber daya alam, perencanaan komunitas, konservasi hutan dan pengelolaan hutan lestari. Beliau juga menjabat sebagai Advisor di Business Support Desk Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Sebagai perwakilan dari KADIN, beliau akan memberikan masukan bagi program kerja CRU untuk memastikan kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan mediasi konflik.

Sumber: www.katinganproject.com/about-us/who-we-are/rezal-kusumaatmadja

Tiur Rumondang

Tiur Rumondang adalah Direktur Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia. Sebelum bergabung dengan RSPO, beliau menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Indonesia Business Council for Sustainable Development periode 2012-2015. Beliau bekerja untuk beberapa perusahaan daerah sejak tahun 2003 dalam menangani pembangunan di daerah perbatasan dan ditunjuk sebagai salah satu Direktur Indonesia untuk Brunei - Indonesia - Malaysia - Philippines East Asian Growth Area (BIMP - EAGA).

Dengan komitmen anggota RSPO untuk memperbaiki proses resolusi dan manajemen konflik, kehadiran Tiur Rumondang di TAC akan memastikan kolaborasi yang baik antara para perusahaan anggota RSPO dan CRU.

Sumber: http://www.landscapes.org/glf-2015/speaker/tiur-rumondang/

Eka Widodo Soegiri

Bapak Eka Widodo Soegiri adalah Direktur Direktorat Penanganan Konflik, Tenurial dan Hutan Adat, di bawah Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebelumnya beliau adalah Kepala Biro Hubungan Masyarakat pada Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta. Beliau juga sebelumnya menjabat sebagai Ketua III di Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI).

Keterlibatan beliau dalam TAC akan melengkapi perspektif dari segi kebijakan pemerintah dan memastikan kolaborasi yang erat antara CRU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sumber : http://www.reportaserepublik.com/?tag=eka-widodo-soegiri

Share This

  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit