Penelitian

Biaya Konflik Tanah dan Sumber Daya Alam dari Perspektif Masyarakat

Konflik terkait lahan dan sumber daya alam menghadirkan dampak berupa biaya konflik yang harus ditanggung oleh masing-masing pihak, salah satunya adalah masyarakat. Studi ini mencoba untuk mengukur berapa besar biaya dan kerugian akibat konflik tanah dan sumber daya alam yang ditanggung oleh rumah tangga. Pengambilan data dilakukan di Desa Bungku, Jambi; Desa Muara Tae, Kalimantan Timur dan Desa Trimulya, Kalimantan Barat. Penelitian menghasilkan temuan bahwa terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat di wilayah penelitian, dari semula dapat mengambil bebas di alam tergantikan dengan sistem pasar.

Secara rata-rata, 36,79% dari nilai komoditas konsumsi responden saat ini bisa didapatkan tanpa harus membeli di masa lalu (kini beli). Diestimasikan tiap rumah tangga harus menanggung total biaya konflik rata-rata Rp41.754.672,00 per tahun. Penelitian ini menemukan bahwa dampak konflik dirasakan lebih jauh justru oleh keluarga yang memiliki kebun sawit dan atau ikut serta dalam skema inti-plasma. Keluarga yang memiliki kebun sawit dan atau ikut serta dalam skema inti-plasma mengalami tingkat penurunan konsumsi yang lebih besar yaitu 37,35% dan menanggung total biaya konflik sebesar Rp51.617.040,00.

Download: Report | Poster | Infografis | Rangkuman dalam Bahasa Inggris

 

Share This

  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit