Menyelesaikan Konflik Dengan Memahami Sumbernya

03 May 2017
Sebanyak tiga puluh karyawan Yayasan Puter dan staf PT Rimba Makmur Utama (PT RMU) yang bergerak di bidang restorasi ekosistem di Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan resolusi konflik 6 – 8 Februari 2017 di Sampit, Kotawaringin Timur. “Dengan pelatihan ini saya belajar lebih memahami berbagai kebutuhan termasuk mengenali karakter masyarakat untuk penyelesaian konflik,” ungkap Rahmadinor dari Yayasan Puter.

Sebanyak tiga puluh karyawan Yayasan Puter dan staf PT Rimba Makmur Utama (PT RMU) yang bergerak di bidang restorasi ekosistem di Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan resolusi konflik 6 – 8 Februari 2017 di Sampit, Kotawaringin Timur.
“Dengan pelatihan ini saya belajar lebih memahami berbagai kebutuhan termasuk mengenali karakter masyarakat untuk penyelesaian konflik,” ungkap Rahmadinor dari Yayasan Puter.

Peserta terlibat aktif dalam identifikasi kebutuhan masyarakat untuk memahami konflik sosial yang dapat timbul di wilayah kerja PT RMU dan Yayasan PUTER. Peserta juga diajak menyadari ketidakseimbangan dalam penyelesaian konflik dan menyiapkan strategi penanganan konflik dan bagaimana mencapai kesepakatan.

Spesifikasi penyelesaian konflik menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar mengingat konflik lahan relatif lebih rumit dibandingkan konflik pada umumnya. Dalam pelatihan yang relatif singkat ini, setidaknya setiap peserta langsung berlatih mengidentifikasi potensi konflik dan menyusun langkah-langkah antisipasi maupun rencana tindak lanjut penanganan konflik yang dapat secara nyata diterapkan untuk mendukung pekerjaannya di bidang restorasi ekosistem.

Keterlibatan fasilitator yang berkualitas, profesional dan mampu memandu peserta dalam memahami substansi dan alur proses penyelesaian konflik lahan dan sumber daya alam menjadi penentu keberhasilan pelatihan resolusi konflik. Dalam berbagai sesi, fasilitator mengajak peserta terlibat aktif mengidentifikasi kebutuhan untuk memahami konflik sosial di wilayah kerja PT RMU dan Yayasan PUTER. Peserta kemudian dibimbing menyusun beberapa rencana tindak lanjut penanganan konflik. 

Para fasilitator yang membagikan pengalamannya dalam pelatihan ini yaitu Sri Mamudji, Siti Megadianty Adam dan Diarani Octaria Tamrin dari Indonesian Institute of Conflict Transformation (IICT), Larry Fisher dari University of Arizona dan didukung Navitri Putri Guillaume dari Conflict Resolution Unit (CRU).



Share This

  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit
  • conflict resolution unit